Mengenal Kemaliq Ranget sebagai tempat yang sakral

 

 

KEMALIQ RANGET

Ada sebuah tempat yang memang dikatakan Kemaliq oleh leluhur-leluhur orang Sasak. Arti dari Kemaliq itu sendiri adalah tempat yang sakral dan disakralkan oleh masyarakat dan sebuah tempat yang memiliki aura positif. Kemaliq merupakan warisan spiritual, bentuk Kemaliq bisa berupa makam, batu, pohon, mata air dll. Kemaliq Ranget terletak di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Salah satu keturunan dari desa Sesaot yaitu keturunan ke-5 dari orang pertama yang ada di Kemaliq Ranget adalah Septiro Wirawan. Septiro Wirawan salah seorang yang menyadari akan warisannya dan bertanggung jawab untuk mempertahankannya. Menurut beliau Kemaliq Ranget itu sangat penting  karena Kemaliq Ranget ini bisa menjadi identitas orang Sasak. Kemaliq dilihat sebagai prasasti para leluhur orang Sasak, dimana Kemaliq Ranget ini yang menjadi bukti bahwa leluhur orang sasak adalah orang islam. Salah satu contoh Kemaliq besar adalah Masjid Adat Bayan, tempat ini juga percaya bahwa adanya Kemaliq Ranget. Jika kita mendatangi Masjid Bayan itu tidak boleh ada niat lain-lain atau niat yang buruk, karena Masjid Bayan adalah tempat yang suci. Kemaliq adalah pusat kosmos bumi sama halnya dengan Ka'bah, anggap saja sebagai contoh Kemaliq Ranget terbesar di bumi adalah ka'bah, dimana kita tidak boleh melakukan hal-hal yang buruk, berpikiran negatif karena Ka'bah adalah tempat yang suci dan tempat orang-orang beribadah.

Demikian juga yang ada di wilayah-wilayah Sasak  yang kebetulan Kemaliq Ranget ini  adalah prasastinya orang Sasak, karena Kemaliq Ranget ini adalah budaya orang Sasak. Contoh di Bima apa yang ada di bima belum tentu tradisi Kemaliq Ranget ada, karena kultur masyarakat yang berbeda tapi tentunya ketika kita berbicara tentang budaya dimanapun budaya itu berkembang pasti ada akidahnya. Demikian juga dengan tradisi kemaliq itu sendiri. "Jadi, jangan menganggap bahwa tradisi kemaliq itu sesuatu yang tidak baik, yang artinya dari kalangan kita sekarang menganggap bahwa tradisi kemaliq itu bid'ah, bahkan dikatakan syirik mari kita diskusikan, dimana syiriknya?, dimana bid'ahnya sehingga kita juga menganggap para leluhur orang syirik". Kata Septori Wirawan mempertegas. Kemaliq itu berbau mistik jika orang berpikir secara agama, tetapi jika kita memperdalam lagi agama, maka Kemaliq tidak berbau mistik. "Jadi karena ini budaya, saya rasa tidak akan pernah salah kita melakukan apapun disitu (Kemaliq Ranget) sesuai dengan konteks yang ditentukan dan para kiai dianggap syirik oleh masyarakat dikarenakan sering melakukan ibadah". Kata Septori Wirawan. Dan sekarang Septiro Wirawan mengambil alih tempat itu karena beliau sering melakukan ibadah di Kemaliq Ranget, akhirnya beliau dipanggil oleh kiai. Kemudian Kiai bilang "Syiriklah kita solat disitu" dan beliau bertanya kepada kiai "Apakah perkara tempat orang  solat?" Dan Septori Wirawan mengatakan "Sepemahaman saya bukankah pernah dikatakan seluruh amparan bumi adalah masjid, beda masjid dengan bangunan masjid masjid itu tempat bersujud. Kata Septori Wirawan. Dan kemudian beliau melanjutkan pemahamannya "Jadi, dimana kita sujud itu masjid, tapi bangunan masjid yang artinya kalo kita hanya boleh solat di masjid, di bangunan masjid itu apa jadinya orang yang ditengah laut. Agama itu sebenarnya luas, solatlah disetiap sudut bumi karena dia akan bersaksi nantinya semakin banyak tempat kita solat semakin banyak saksinya". Ujarnya lagi

Pantangan Kemaliq Ranget kebanyakan dari masyarakat Sasak sendiri ketika kita bicara agama dan budaya tetap dianggap bersejarah. Contoh di SD kita sering di ajari untuk menjaga kebersihan, sampai kita disuruh budayakan kebersihan itu, nah agama? Ujarnya. "Seharusnya agama itu dibudayakan agar tingkah laku kita sehari-hari tidak keluar dari garis agama"  ujarnya lagi. Disini banyak menimbulkan pemikiran-pemikiran dikalangan masyarakat padahal prinsipnya jika kita selama ini mau mencoba untuk belajar. Budaya ada implementasi dari agama karena tudak ada budaya Sasak yang keluar dari agama, jadi jangan menganggap bahwa budaya seperti itu. Contoh Kecimol, Kecimol tidak masuk didaftar budaya tapi seni musiknya masuk tapi cara-caranya yang tidak masuk. Kemudian dalam hal ini kita tidak serta merta harus melihat dari satu sisi harus melihat dari sisi agama kemudian dari sisi sejarah. "Jadi kenapa budaya Kemaliq Ranget itu harus dipelihara?" Ujarnya, karena itu adalah prasasti gumi Sasak, bukti-bukti sejarah orang Sasak. "Oleh karena itu, saya tidak sepakat bahwa Kemaliq Ranget itu dianggap salah padahal jika kita menghilangkan tradisi Kemaliq Ranget itu kita akan kehilangan identitas Sasak". Kata Septori Wirawan.

Bentuk bangunan Kemaliq itu seperti apa sih? Salah satu mahasiswa bertanya, kemudian beliau menjawab tidak ada, karena itu tanah hutan jadi Kemaliq Ranget itu tidak boleh dibangun apa-apa pun. Sebagai orang Sasak yang tidak tahu tentang warisan-warisan tradisi, sebagian orang Sasak beranggapan bahwa tradisi Kemaliq itu bid'ah. Septori Wirawan mengatakan "Jika kita solat di pematang sama masjid mana sih yang lebih bagus? Kan nggk boleh kita menilai, solat ya solat yang penting tempatnya bersih kecuali dikamar mandi dan dikuburan".

Kemaliq Ranget sekarang sudah dibungkus oleh pure karena minimnya informasi dan leluhurnya tradisi budaya Sasak yang artinya disitulah kita ketika diangkat masalah ini seolah-seolah sesuatu jadi ancaman konflik, apabila membahas tentang budaya kadang-kadang dianggap memicu konflik. Kemudian Septori Wirawan mengatakan "Kemaliq itu budaya Sasak dan saya pelihara ditanah Sasak, saya sendiri orang Sasak dan kesalahannya dimana? Ujarnya. "Kecuali kita buat di Bima ya otomatis dimarahi oleh orang Bima, karena tidak ada kulturnya begitu, nah di Bima kalau pun mau kembangkan Kemaliq ini tidak akan jalan karena kita berbeda budaya". Kemaliq Ranget itu sangat penting karena Kemaliq Ranget ini bisa menjadi identitas kita.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemaliq Ranget

Asal Usul Mata Air